Produk Pembiayaan pada Baitul Tamwil Muhammadiyah

Pembiayaan merupakan upaya BTM dalam produktivitas kan dana yang masuk untuk mendapatkan pendapatan. 

Pemilihan di BTM sebagaimana landasan syariahnya dibedakan menjadi 4 sistem:

  • Jual beli
  • Bagi hasil
  • Sewa
  • Dan jasa-jasa

A. Jual Beli

Yaitu pembiayaan yang diberikan BTM kepada mitranya untuk menggandakan barang baik konsumtif, maupun modal kerja seperti sepeda motor mobil dan lain-lain

Akad jual beli yang sering digunakan adalah mudharabah dengan pembayaran angsuran.

BTM dapat menetapkan pola ansuran harian mingguan atau bulanan.

Untuk percepat perputaran dananya Sebaiknya BTM menetapkan jangka waktu yang pendek misalnya 3 bulan atau paling lambat 10 bulan dengan platform yang kecil.

B. Bagi Hasil

Yaitu  pembiayaan yang untuk keperluan modal kerja anggotanya. Atas dasar akar Ini BBM akan menetapkan nisbah bagi hasil misalnya 40:60 persen (BTM:Mitra). Nantinya setelah anggota menyampaikan hasil usahanya BTN akan mendapatkan bagi hasil sebesar nisbah x hasil anggota

C.Sewa

Sewa yaitu pembelian untuk menyewakan suatu objek tertentu misalnya penyewaan kios usaha dan lain-lain atas akad ini BTM akan mendapatkan ujroh atau fee yang besarnya ditetapkan dengan kesepakatan anggota

D. Jasa-jasa

Jasa-jasa yaitu pembiayaan diberikan kepada anggota untuk memenuhi kebutuhan tertentu seperti biaya sekolah pengobatan dan lain-lain.

PERHITUNGAN BAGI HASIL

Perhitungan bagi hasil pembiayaan merupakan sarana BTM untuk memperoleh pendapatan yang akan digunakan untuk pembiayaan operasional organisasi. 

Oleh sebab itu margin keuntungan dan bagi hasil yang diterima ke cm dari kegiatan penyaluran dan pemilihan harus mampu menutup kebutuhan sebagai berikut : 

  1. biaya bagi hasil dana ( cost fund)
  2. Biaya operasional rutin ( overhead cost)
  3. Resiko kerugian (risk)
  4. Keuntungan ( Expectacy Return)
  5. Tingkat persaingan ( competitive)

Atas dasar tersebut diatas, maka margin keuntungan dan nisbah bagi hasil pembelian yang dibebankan kepada masing-masing anggota penggunaan dana dapat berbeda-beda tergantung pada faktor-faktor pengaruh mana yang paling dominan. Namun demikian, untuk usaha mikro pada umumnya margin keuntungan disetarakan dengan 1,5% – 2% flat/bulan, dan nisbah bagi hasil untuk usaha mikro disetarakan dengan 2,5%- 3% sliding/bulan

Produk Simpanan Pada Baitul Tamwil Muhammadiyah

Simpanan di BTM dibedakan menjadi dua yakni :

  • simpanan modal dan
  • simpanan hutang. 

Adapun simpanan modal dibukukan dalam rekening modal dan mendapatkan sisa hasil usaha atau laba setiap tahunnya. sedangkan simpanan hutang di bukukan dalam rekening hutang serta mendapatkan bagi hasil setiap bulannya.

SIMPANAN

 MODAL

Simpanan modal terdiri dari simpanan pokok dan simpanan wajib.

A. Simpanan Pokok

Simpanan pokok yaitu simpanan yang wajib dibayar Ketika seseorang akan mendaftar menjadi anggota BTM dan dibayar sekali selama menjadi anggota. Simpanan yang dapat ditarik ketika anggota mengundurkan diri atau keluar dari keanggotaan. Dalam situasi tertentu pembayaran setoran pokok dapat diangsur. Besar simpanan pokok akan disesuaikan dengan kemampuan anggota serta kebutuhan permodalan BTM.

B. Simpanan Wajib

Simpanan wajib dan simpanan yang wajib dibayarkan oleh anggota setiap bulan atau sesuai waktu yang telah ditentukan sesuai kesepakatan. Sekolah wajib masing-masing orang dapat berbeda. Perbedaan bisa atas platform pinjaman. 

Simpanan wajib dapat ditarik ketika seorang anggota mengundurkan diri.

C. Penyertaan/Simpanan Khusus

Simpanan penyertaan atau simpanan khusus itu simpanan yang dibayar oleh anggota yang memiliki tujuan khusus. Seperti investasi pada program BTM atau sekedar berkhidmat untuk membesarkan BTM.

Besaran modal penyertaan masing-masing orang dapat berbeda namun hal ini tidak mempengaruhi hak suara dalam rapat koperasi.

Penyertaan mendapatkan laba dan juga SHU setiap tahunnya.

Untuk BTM mendapat modal yang besar, sebaiknya model pernyataan ini dibuat dalam jumlah yang besar misalnya 100 juta atau satu miliar.

SIMPANAN HUTANG

A. Simpanan Suka Rela/Tabungan

Yaitu simpanan pada BBM yang dapat diambil setiap saat. Penyimpan mendapatkan bagi hasil setiap bulannya.

Tabungan BTM dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat misalnya:tabungan pendidikan, tabungan haji, tabungan qurban dan lain sebagainya

B. Simpanan Berjangka

Simpanan berjangka yaitu simpanan pada BTM yang pengambilan dilakukan pada saat jatuh tempo.

Hal ini ditemukan sama seperti halnya deposito dengan masa dengan penyimpanan bagi hasil dapat didapatkan dalam jangka tiap bulan. YouTube to simpanan deposito ini meliputi 1, 3, 6 bulan hingga 1 tahun. Ini sebagai upaya untuk mengefisienkan dan mengefektifkan dana yang akan dikelola dan Ada baiknya deposito minimal 3 bulan.

C.Obligasi Syariah/Serifikat Bagi Hasil

Obligasi Syariah yaitu simpanan pada BTM yang mengambil jangka waktu atau tempo yang panjang minimal 3 tahun. Nisbah bagi hasilnya tentu lebih besar dibandingkan deposito dan tabungan biasa.

Di samping produk simpanan yang tersebut diatas BTM juga dapat mengembangkan sumber pendanaan dari pihak lain dalam bentuk pembiayaan yang berjangka waktu panjang. Sumber tersebut bisa berasal dari pihak bank syariah atau lembaga keuangan non bank dengan prinsip syariah

Untuk membicarakan tentang produk pembiayaan akan dibicarakan pada artikel selanjutnya.

Hal Penting dalam yang Perlu diperhatikan dalam aktivitasProduktif di BTM

Sebagai lembaga keuangan mikro Syariah produk utama BTM adalah menarik simpanan dari anggota calon anggota ataupun koperasi lain dan anggotanya, serta melakukan pembiayaan kepada masyarakat yang membutuhkan

Dari alasan tersebut maka tidak diperkenankan BTM  menggunakan dana yang masuk dengan usaha sendiri oleh para pengurus dan para pengelolanya. Maka terlihat jelas Bagaimana fungsi utama BBM yang ini menyeimbangkan antara kas masuk melalui produk funding atau Simpan dengan kas keluar melalui product landing atau pembiayaan

Produk adalah salah satu daya tarik dalam sebuah pemasaran karenanya BTM harus memiliki fitur atau fasilitas yang menarik calon customer. Pendekatan rasional pada masyarakat selalu berorientasi pada upaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya sedangkan, pendekatan emosional akan mengedepankan aspek dengan emosi akan tawaran tawaran yang bersifat ukhrawi semisal bebas riba barokah dan lain-lain.

Supaya BTM mendapatkan dukungan ke perusahaan yang luas, maka perlu melakukan pendekatan yang rasional dan juga emosional sebagaimana dijelaskan diatas. Oleh karena itu produk BTM harus didesain sedemikian rupa sehingga memiliki daya tarik tersendiri dan sekaligus membangun jejaring dengan seluruh pengurus, anggota dan amal usaha Muhammadiyah

Permodalan Baitul Tamwil Muhammadiyah

Modal Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM), berasal dari anggota berupa simpanan pokok dan simpanan wajib. Dalam rangka memperkuat permodalan, BTM dapat mengembangkan Simpanan Pokok, Khusus dan Penyertaan.

Simpanan Pokok Khusus atau Penyertaan bersumber dari Muhammadiyah atau warga Muhammadiyah

Untuk memberikan penghargaan kepada Muhammadiyah, BTM memberikan syirkah wujuh (penyertaan atas nama) kepada Muhammadiyah sebesar 10 %

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai